Persiapan PON XVIII Riau 2012, MoU Bapak Angkat Cabor

Kamis, 24 Apr 2012 | 08:00:00 wita

Target Kaltim untuk mempertahankan prestasi tiga besar dalam PON XVIII Riau, September nanti harus dibarengi dengan semangat dan kekompakan seluruh kontingen yang terdiri dari atlit, pelatih dan official teknis.

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Bapak Angkat dari perusahaan untuk cabang olahraga (cabor) pada PON XVIII Riau 2012 di Pendopo Lamin Etam, Samarinda, Senin (23/4).

“Sebelum berperang, semangat itu penting. Kita harus berjuang dulu, masalah target nantinya bisa kita lihat pada hasil setelah melaksanakan tugas,” tegas Awang Faroek.

MoU ini dimaksudkan agar bapak angkat dari perusahaan yang ditunjuk dapat menyiapkan bantuan pembiayaan cabor dalam menunjang kegiatan, kepelatihan, latih tanding/try out, serta pembinaan pasca PON dan seterusnya. Perusahaan yang menjadi bapak angkat juga harus berkoordinasi dengan pembina cabor dalam  persiapan menuju pelaksanaan PON.

Gubernur mengatakan setelah penandatanganan MoU ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara bapak angkat dengan pengurus daerah masing-masing cabor, sehingga melahirkan harmonisasi yang dapat mendukung keberhasilan meraih prestasi dalam PON mendatang.

“Pengda-pengda harus aktif berkomunikasi dengan bapak angkat. Dan untuk koordinator wilayah, dalam hal ini bupati/walikota se Kaltim juga dapat membantu mengontrol masing-masing cabor dan bapak angkatnya,” pinta Gubernur.

Selain itu, menurut gubernur, yang terpenting, MoU ini menegaskan tanggung jawab bapak angkat untuk memberikan bonus kepada atlit dan pelatih yang berprestasi pada PON Riau nanti.

“Perusahaan yang menjadi bapak angkat akan bertanggung jawab terhadap bonus  yang nantinya diberikan kepada atlit yang peraih medali. Untuk pelatih juga akan diberi bonus sama dengan atlit peraih medali, jika atlit meraih medali emas maka pelatih juga mendapatkan bonus yang sama,” jelasnya.

Gubernur mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di Kaltim agar turut berpartisipasi mensukseskan program mempertahankan prestasi tiga besar pada PON Riau nanti, dan salah satu caranya adalah dengan menjadi bapak angkat dari cabor.

“Perusahaan di Kaltim harus tahu diri, jangan hanya mengeksploitasi sumber daya alamnya saja terus hasilnya dibawa ke daerah lain. Dengan adanya MoU bapak angkat cabor untuk PON ini, perusahaan harus  berpartisipasi dalam pembangunan Kaltim, termasuk  di bidang olahraga,” imbau Awang Faroek.

Sebelumnya, Komandan Puslatda Kaltim, Zuhdi Yahya, melaporkan Puslatda dalam rangka persiapan PON XVIII 2012 Riau yang dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, diikuti 582 orang yang terdiri dari 483 atlit (295 atlit putra dan  158 atlit putri), 120 pelatih dan 9 official teknis. “Mereka adalah para atlit yang telah lolos pra kualifikasi PON,” ungkap Zuhdi.

Selain itu, ada beberapa cabor yang dilaksanakan di luar Samarinda, diantaranya squash, bowling dan menembak (Balikpapan), layar (Berau dan Bontang), senam aerobik dan artistik (Jakarta), paralayang dan terbang layang (Jawa Timur), gantolle (Jawa Tengah) dan atletik nomor marathon (Jawa Barat).

Dalam pra kualifikasi PON, Kaltim meraih 38 emas, 45 perak dan 52 perunggu dari 39 cabor yang diikuti. Sedangkan target Kaltim pada PON XVIII Riau 2012 nanti adalah 82 emas, 23 perak dan 18 perunggu. Pada PON XVII 2008, Kaltim yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil menempati peringkat ketiga, dengan raihan 117 emas, 111 perak dan 116 perunggu.

“Dari target raihan medali tersebut, diperkirakan Kaltim dapat mempertahankan peringkat tiga besar. Namun perlu kerja keras dan dukungan semua pihak, termasuk dari bapak angkat untuk mendorong atlit meraih prestasi tertinggi,” ujarnya. (her/adv)