LEMBAGA SURVEY NASIONAL : POTRET PILGUB KALTIM 2013

Rabu, 25 Apr 2012 | 18:00:00 wita

Pesta politik Pemilihan Gubernur Kaltim Kalimantan Timur sekitar setahun lagi. Diperkirakan sekitar Juni 2013 menurut Ketua KPUD Kaltim, Andi Sunandar. Pesta demokrasi tersebut akan menjadi penting karena lebih dari 80% masyarakat menyatakan akan ikut berpartisipasi. Empat lembaga survey yang terpercaya dan independen di Indonesia telah melakukan survey awal untuk melihat elektabilitas dan popularitas tokoh Kaltim yang diinginkan oleh masyarakat. Keempat Lembaga tersebut masing-masing : Lembaga Survey Indonesia (LSI), Indobarometer, Development Countries Studies Center (DCSC) dan Pusat Studi Demokrasi dan HAM (Pusdeham) Surabaya.  Lembaga tersebut serentak melakukan survey antara 20 Maret  - 8 April 2012.  

Keempat lembaga survey  ini menggunakan metodologi yang sama, yaitu Multistage Random Sampling, dengan sebaran sampel yang proporsional dengan data BPS. Metodologi yang sama membuat hasil survey ini sangat menarik untuk dibedah, karena secara teoritik tentu akan menyajikan hasil yang (seharusnya) tidak berbeda signifikan. Kredibilitas lembaga-lembaga akan teruji (atau saling menguji) validitas datanya.  

Elektabilitas Tokoh

Pertanyaan terbuka (top of mind) adalah prosedur standar yang dilakukan pertama kali untuk menjaring nama-nama tokoh langsung dari masyarakat (responden). Tahapan ini menghasilkan sederetan nama tokoh : Awang Faroek Ishak, Rita Widyasari, Imdaad Hamid, Yusuf SK, Luther Kombong, Isran Noor, Mukmin Faisyal, Emor Moeis, Hadi Mulyadi, Darlis Pettalongi, Makmur HAPK, Mahyudin, Farid Wadjdy dan nama-nama lainnya. Pada tahap berikutnya, elektabilitas (keterpilihan) tokoh kemudian disurvey melalui pertanyaan tertutup, dan hasilnya saling menvalidasi dengan paparan yang tidak berbeda jauh. 

Hasil survey keempat lembaga secara mutlak bersepakat bahwa Awang Faroek Ishak (AFI) memiliki elektabilitas tertinggi bahkan sangat tinggi dibanding tokoh-tokoh lainnya. Dari sekitar 20 tokoh yang disurvey, AFI memperoleh prosentase antara 37,7% sampai 48,9%, jauh di atas urutan kedua yaitu Rita Widyasari yang hanya pada kisaran 6% sampai 7,3%. Nama tokoh lain seperti Imdaad Hamid, Yusuf SK, Mukmin Faisyal dan Isran Noor memiliki elektabilitas rata-rata dibawah 5%. Mohammad Qodari, Direktur Indobarometer Jakarta, menyimpulkan bahwa seandainya pilgub dilaksanakan hari ini (20 April 2012) maka dimenangkan oleh AFI.

Popularitas Tokoh
   
Elektabilitas sangat erat kaitannya dengan popularitas tokoh. Tingginya elektabilitas AFI karena Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Kaltim ini sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Kaltim dengan popularitas sangat tinggi antara 90% sampai 97%. Berbeda dengan tokoh lainnya yang masih bersifat lokal kewilayahan seperti Rita Widyasari di Kutai Kartanegaa, Imdaad Hamid di Balikpapan, Yusuf SK di tarakan, Isran Noor di Kutai Timur dan lain-lain, sementara AFI sudah sangat dikenal di semua wilayah Kaltim.

Menurut peneliti LSI, Rizka Halidah, popularitas calon merupakan syarat mendasar agar didukung dan dipilih, karena tidak mungkin orang memilih calon yang mereka tidak dikenal. Sementara Muhammad Asfar, Direktur Pusdeham Surabaya, menilai popularitas tokoh di Kaltim belum berimbang dan dominasi AFI masih sangat tinggi.

Masyarakat Puas Kinerja Gubernur

Selain elektabilitas dan popularitas tokoh, keempat lembaga juga mencoba menyoroti kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Kaltim. Kesimpulannya, sebagian besar masyarakat Kaltim (56% - 68%) puas dengan kinerja Gubernur selama 3 tahun memimpin Kaltim

Menurut Indobarometer, kepuasan publik paling baik pada sektor pendidikan (72,5%) dan kesehatan (76,4%). Hal ini diperkuat oleh hasil survey LSI yang menyatakan masyarakat Kaltim puas dengan kondisi fisik puskesmas (77,7%) dan bangunan sekolah (75,2%). Meskipun demikian, masyarakat masih mengharapkan peningkatan kinerja dari sektor infrastruktur dan ekonomi.

Abdul Hakim, Direktur Development Countries Studies Center (DCSC) menyampaikan bahwa beberapa Kabupaten memberikan tingkat kepuasan yang sangat tinggi seperti Penajam Paser Utara (93%), Berau (92,6%), Bulungan (95,3%) dan Bontang (85,7%).  Selanjutnya, Indobarometer menyoroti kepuasan masyarakat di 5 Kab/Kota terbesar di Kaltim, dan umumnya puas dengan kinerja gubernur, dengan tingkat kepuasan berkisar 54% sampai 79%.

 

Isu Primordial Tidak Populer

Di berbagai daerah di Indonesia, salah satu isu yang cukup pelik dalam pilkada biasanya adalah masalah primordial, khususnya masalah agama dan suku. Akan tetapi, dalam masyarakat Kaltim, isu primordial ternyata tidak berpengaruh. Hal ini dibuktikan dari hasil survey dari keempat lembaga, semuanya memastikan bahwa di Kaltim, masyarakat tidak mempersoalkan isu agama dan etnis dalam memilih pemimpin mereka. Hal ini sangat penting untuk wilayah Kaltim yang komposisi penduduknya sangat multi etnis dan beragam agama.

Yang penting untuk menjadi perhatian dan kekhawatiran adalah kecenderungan money politics dalam pilgub yang akan datang. Data lembaga-lembaga tersebut menunjukkan angka lebih dari 30% pemilih memiliki kecenderungan untuk menerima pemberian uang dalam pilkada, meskipun sebagian diantaranya menyatakan akan menerima pemberian tetapi tetap memilih sesuai hati nurani.
   
Sebagai kesimpulan, dapat disampaikan bahwa untuk saat ini, berdasarkan hasil survey empat lembaga survey nasional, Awang Faroek Ishak masih diinginkan kembali untuk memimpin Kaltim 5 tahun mendatang dengan elektabilitas dan popularitas yang sangat berbeda signifikan dengan tokoh-tokoh lainnya.  Masyarakat Kaltim ternyata cukup puas dengan Kinerja Pemerintah Kaltim dibawah Awang Faroek. Masyarakat Kaltim sudah cukup cerdas dengan tidak lagi terpengaruh oleh issu primordial, meskipun harus diwaspadai adanya kecenderungan terjadinya politik uang. Kita tunggu faktanya di tahun 2013.